Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Bertarung Demi Menjadi King Of Kaliwungu


Pra Konferensi Anak Cabang IPNU Kaliwungu ke-24

"Penalty…penalty !!

Penalty….
Goal …gooalll !!
Horreee… gooall..gooall..Juara! Juara!!"

Itulah sorak sorai suporter dan penonton saat ada pelanggaran di kotak penalty, kemudian ada tendangan bebas dan Gooal…pemain sukses menyarangkan bola ke dalam gawang.

Penonton histeris, bernyanyi, dan berteriak-teriak mendukung tim futsal kesayangan yang telah menaklukan lawannya. Walau terlihat rame dan gaduh,semua berjalan tertib dan aman tanpa keributan , baku hantam maupun tawuran . Pemain dan penonton telah diinstruksikan oleh panitia agar tetap menjunjung tinggi fair play.

Ya, acara berjalan kondusif. Karena mereka semua adalah para Aktivis IPNU Kaliwungu yang berasal dari ranting dan komisariat, yang sedang bertanding futsal dalam rangka Pra Konferensi yang diselenggarakan untuk menyambut Gelaran Akbar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) ke-24 IPNU Kecamatan Kaliwungu besok Selasa 17 Mei 2011.

Acara yang diselenggarakan oleh panitia Konferancab ke-24 IPNU Kaliwungu tersebut dilaksanakan pada Ahad 15 Mei di Gedung Serba Guna Pemerintah Desa Krajan kulon itu dimulai pukul 9 pagi dan selesai pukul 4 sore, diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari 7 Pimpinan Ranting (yakni ranting Kutoharjo, Krajan kulon, Mororejo, Nolokerto, Sumberejo, Sarirejo,dan Karang tengah) dan 3 Pimpinan Komisariat (komisariat SMP NU 03 Islam, Pon pes Miftahul Huda,dan Pon pes Bani Umar).

Dalam pertandingan kemarin meloloskan tim dari Mororejo, SMP NU 03 Islam, Karang tengah, dan Krajan kulon ke semifinal. Kemudian melangkah di final bertemu dua tim tangguh yang akan menjadi King of Kaliwungu yakni Mororejo dengan Krajan kulon. Pertandingan final berlangsung sengit, kedua tim saling jual beli serangan untuk mencetak sebanyak mungkin goal. Penonton dibuat deg-degan dan histeris oleh aksi-aksi mereka . Semua panas. Semua larut dalam euforia.

Dan akhirnya lahirlah juaranya, tim dari Mororejo yang nama resminya Mororejo United FC telah berhasil menumbangkan tim dari Krajan kulon dengan skor tipis 3-2. Untuk selanjutnya tim dari Krajan kulon mendapatkan juara ke-2, di ikuti tim dari SMP NU 03 Islam yang menjadi juara ke-3. Piala dan hadiah bagi pmenang akan diserahkan besok pada pelaksanan Konferancab ke-24 IPNU Kecamatan Kaliwungu.

Juara futsal ranting/komisariat IPNU se-Kaliwungu, Mororejo United,
saat berpose usai pertandingan.
“ Terima kasih untuk teman –teman semua atas do’anya sehingga IPNU Mororejo bisa menjadi juara 1 pada turnamen futsal Pra Konferensi IPNU Kaliwungu, sekali lagi terima kasih banyak.” Ujar rekan Bahrul Ulum selaku manager dari Mororejo United. Dan jadilah mereka tim futsal terhebat IPNU Kecamatan Kaliwungu tahun 2011. Selamat dan teruslah menjadi yang terhebat. (Atfal)

Menjalin Persahabatan di Hangatnya Malam


Persiapan Konferensi Anak Cabang ke-24 IPNU Kaliwungu

Malam yang tenang dalam keremangan sinar rembulan berpayung langit hitam, para aktivis PAC IPNU Kec. Kaliwungu yang tergabung dalam kepanitiaan Konferensi Anak Cabang IPNU Kec. Kaliwungu Ke-24, tengah sibuk berdiskusi dan berdialog untuk merumuskan materi-materi yang akan disampaikan dalam gelaran akbar konferensi tersebut.

Tim perumus yang merupakan kolaborasi dari pengurus harian PAC IPNU Kaliwungu dengan para Pembina yang telah ditunjuk sebagai Steering Committee (SC/Panitia pengarah) dalam kepanitiaan konferensi begitu menikmati suasana malam yang penuh keakraban dan persahabatan tersebut. Walau mereka berbeda argumen dalam tiap-tiap point materi yang disampaikan, tapi canda gurau dan gelak tawa tak pernah hilang dalam forum malam itu. 

Acara yang dilaksanakan Jum’at malam 7 Mei 2011 bertempat di rumah rekan Suselo kampung Blandong desa Kutoharjo dan diramaikan dengan sajian bakaran ikan laut itu begitu mengumbar rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Rekan Ali Nurruddin sebagai koordinator SC sangat demokratis dalam menerima segala masukan teman-teman dan bijak dalam memutuskan kesepakatan demi kebaikan dan kemajuan organisasi kebanggaan kita yakni PAC IPNU Kec. Kaliwungu.

Acara yang berlangsung hingga tengah malam itu telah memutuskan beberapa poin penting yang tersusun dalam rancangan tata tertib konferensi dan rancangan komisi-komisi yang terdiri dari komisi organisasi dan administrasi, komisi pokok program kerja, dan komisi rekomendasi. “acara malam ini begitu hangat dan berkesan juga sejenak mengusir penat kita dari segala kegundahan dan keluh kesah akan organisasi". Ujar rekan Zaenal Uhudin sebagai bentuk kehangatan jiwa di dekapan hangatnya keakraban malam itu. (Atfal)

Beasiswa Santri Berprestasi


(Info dari NU Online)

Jakarta, NU Online
Pendaftaran seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama telah dibuka pada 1 April 2011 lalu hingga 23 April 2011 mendatang. Program ini ditujukan untuk para santri yang berprestasi, yakni santri terbaik di kelas III pada Madrasah Aliyah (MA), SMA, SMK, Diniyah Ulya (Mu’adalah), dan Pendidikan Kesetaraan Paket C.

Kementerian Agama RI akan menanggung biaya pendidikan PBSB selama masa studi, sampai santri yang bersangkutan menyelesaikan studi dan atau maksimal 8 (delapan) semester. Khusus untuk prodi atau jurusan Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, dan Kedokteran Hewan akan ditanggung selama 12 semester.

Perguruan Tinggi mitra Kementerian Agama RI dalam PBSB adalah IPB Bogor, ITB Bandung, ITS Surabaya, UGM Yogyakarta, UNAIR Surabaya, UPI Bandung, UNRAM Mataram, UI Jakarta, UIN Syahid Jakarta, UIN SUKA Yogyakarta, UIN MALIKI Malang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan IAIN Walisongo Semarang.

Pendaftaran bagi santri yang ingin mengikuti Seleksi Calon Peserta PBSB dilakukan pada Kanwil Kementerian Agama yang ditunjuk sebagai pelaksana seleksi. 

Para calon diharuskan berstatus sebagai santri aktif-mukim dan belajar/nyantri di pondok pesantren sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut pada pondok pesantren yang sama dan diajukan oleh pimpinan pondok pesantren santri yang bersangkutan.

Para santri yang berhasil mengikuti program beasiswa ini nantinyawajib mengabdi di pondok pesantren sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun setelah menyelesaikan studi.

Ketentuan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini bisa dilihat langsung di situs resmi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI yang beralamat di www.pondokpesantren.net pada rubrik beasiswa dan bantuan atau langsung klik di link berikut ini http://www.pondokpesantren.net/ponpren/images/stories/gallerybesar/2.%20Panduan%20Seleksi%20PBSB%202011.pdf (nam)

Kang Said: Komitmen NU Menjaga Bangsa Tak Bisa Ditawar Lagi




Kondisi politik nasional yang kian panas tidak akan menyeret NU untuk bersikap inkonstitusional, sebaliknya NU akan menunjukkan konsistensinya menjunjung tinggi konstitusi. "NU paham konstitusi. NU akan kawal proses demokratisasi di Indonesia dengan menjunjung tinggi konstitusi," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sambutan Pelantikan PWNU DKI Jakarta 2011-2015 di Hotel Sahid, Jakarta, 9 April 2011.



"Beri kesempatan Presiden SBY menyelesaikan tanggung jawabnya sampai 2014, setelah itu mari kita lakukan suksesi dengan fair, selanjutnya siapa yang dipercaya rakyat. Kecuali jika Presiden benar-benar melakukan pelanggaran serius atas UUD 45 itu soal lain," tambah Kang Said. Tampak hadir Taufiq Kiemas (Ketua MPR RI), Suryadharma Ali (Menteri Agama RI), dan lainnya.



Alumnus Ummul Quro Makkah ini menjelaskan bahwa konsistensi sikap NU ini semata-mata karena bentuk pembelaan dan menjaga tanah air. "Pada 1936, NU menyepakati bentuk negeri ini sebagai Darussalam, negeri yang damai, bukan Darul Islam atau negara Islam," lanjut Kiai kelahiran Cirebon ini.



Bahkan ketika merumuskan Pancasila pun, NU melalui perwakilannya KH Wahid Hasyim juga menyepakati dihapusnya "tujuh kata" dari Piagam Jakarta, yakni mengamalkan syariat Islam bagi pemeluknya. Dan saat yang sangat bersejarah bagi NU dan bangsa ini adalah ketika KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Resolusi Jihad, yakni membela tanah air sama dengan membela agama dan Rasulullah.



"Jadi NU sangat berperan dalam mendirikan bangsa ini. Jangan dianggap NU hanya bisa tahlilan saja," ujar Kang Said yang disambut tawa hadirin. Ia melanjutkan, bahwa komitmen NU terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sudah final. "Komitmen NU bukan hanya basa-basi, tapi sudah menjadi keyakinan," tegas Kang Said meyakinkan hadirin. (bil) ( dari NU Online )

Gita Nirwana Drum Band Competition 2011


Satu langkah maju yang dicapai kelompok Drum Band Gita Nirwana tahun ini adalah berhasil diselenggarakannya kembali lomba drumband dan marchingband tingkat TK dan SD yang diberi nama “Gita Nirwana Drumband Competitiion (GNDC)”. 

Acara ini diselenggarakan Gita Nirwana bekerja sama dengan Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kaliwungu sebagai organisasi yang menaungi Drum Band Gita Nirwana yang merupakan wadah Putra Putri Nahdlatul Ulama yang concern terhadap seni musik drum band.

GNDC ditujukan sebagai salah satu ajang pengembangan bakat dan kekompakan anak dalam memainkan alat drumband sehingga anak-anak diharapkan tidak terlena dengan pengaruh negatif  perkembangan zaman yang lebih cenderung menanamkan individualitas dan kurang memperhatikan bagaimana menumbuhkembangkan jiwa anak.

Dengan tema yang sama, GNDC, insyaAllah direncanakan akan diadakan rutin setiap tahun seperti yang diharapkan oleh wakil bupati Kendal, H.Mustamsikin S.Ag. M.Si, yang merespon baik dan menunjukkan apresiasinya dengan menghadiri dan memimpin langsung upacara pembukaan dan penutupan GNDC 2011.

GNDC 2011 dilaksanakan pada hari sabtu (2/4). Pukul 09.00 WIB Gor Bahurekso Kendal mulai riuh dengan teriakan penonton dan alat drumband yang dimainkan oleh para peserta GNDC. Para pemain bersemangat dan berusaha gigih demi memperebutkan tropi dari bupati dan wakil bupati Kendal tersebut.

Peserta terbagi menjadi 2 divisi yaitu divisi TK dan SD. Kompetitor divisi TK terdiri dari Drumband Gita Pertiwi, Gita Ananda,  Al Hikmah, Sekuntum Melati TK ABA 05, Tarbiyatul Athfal 06, TK ABA 02, TK Islamic Tunas Bangsa 4, TK Tarbiyatul Athfal 08, TK Flamboyan dan TK ABA Patebon. Sedangkan kompetitor divisi SD ditempati oleh drumband dari Putra Buana MI Krajankulon, MI N Kalibuntu, TPQ Al Mardyah, SDN Tanjungmojo, Gita Kartika Utama dan SDN 1 Pegulon.

Tropi juara yang diperebutkan antara lain kategori fieldcommander, manuveering,  music analyz, instrument percussion, colorguard, kostum terbaik dan berbagai kategori lainnya. Bagi juara umum disediakan pula sejumlah uang pembinaan. Tak hanya untuk pemenang, bagi setiap kelompok peserta telah disediakan piagam dan plakat penghargaan setelah menunjukkan kebolehannya dihadapan dewan juri.

Pada sore hari itu juga dilakukan pengumuman pemenang. Hampir setiap kelompok peserta membawa pulang piala juara dengan ragam kategori sesuai apa yang lebih ditonjolkan dalam konsep performancenya. 


Dikarenakan poin yang diperoleh lebih banyak dari kempetitor lain dalam masing-masing divisi, maka TK Islamic Tunas Bangsa 4 dari Ngalian dan TPQ Al Mardyah Kaliwungu berhasil membawa pulang tropi bupati dan wakil bupati Kendal. Masing-masing meraih juara umum untuk divisi TK dan SD . (Ftr)
Panitia (Komunitas MB Gita Nirwana dan PAC IPNU IPPNU)
berpose bersama di sela sela acara

ALASKA Semakin Berkembang


Karangtengah, AncabKaliwungu Online

Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kaliwungu menggelar pelatihan menjadi narasumber di gedung serbaguna MWC NU Kaliwungu, ahad (3/4).

Pelatihan ini menjadi ajang pengembangan mental sekaligus ajang sharing bersama terkait pengalaman menjadi narasumber maupun share tentang kiat-kiat menjadi narasumber yang baik, acara ini juga membahas agenda pembekalan yang akan diadakan di MTs NU Sunan Katong Kaliwungu dan SMK NU Kaliwungu untuk memberi motivasi bagi para pelajar NU yang akan menghadapi Ujian Nasional dan meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pelatihan tersebut melibatkan Alumni LAKMUD Sepuluh yang tergabung dalam komunitas ALASKA IPNU-IPPNU. Pada kesempatan tersebut, Retno Umi Fadhilah selaku pembina PAC. IPNU IPPNU menyampaikan bahwa ALASKA merupakan "bayi" bagi PAC. IPNU IPPNU yang harus diayomi dan dirawat bersama-sama.

"membanggakan sekali karena teman-teman ALASKA masih bersemangat sampai detik ini" ujarnya.

melalui pelatihan ini, PAC IPNU IPPNU telah memberikan ruang yang cukup bagus bagi ALASKA untuk tetap loyal dan mengembangkan diri secara organisatoris.

Bahkan, dalam pelatihan ini, ALASKA terlihat begitu aktif menyampaikan gagasan serta sarannya kepada PAC IPNU IPPNU terkait progresivitas organisasi baik dari segi tradisi (tahlil, barzanji dll), maupun dari segi modernitas (kajian ilmiah). Secara tidak langsung, mereka telah menunjukkan jati diri ke-NU-an yang tertuang dalam konsep almuwafadhotu ala qodimissoleh wal akhdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi budaya lama yang masih relevan, mengambil sesuatu yang baru yang pas). 

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, ALASKA adalah harapan bagi IPNU-IPPNU Kaliwungu ke depan. Sebagai tumpuan harapan, sudah selayaknya ALASKA menunjukkan pengabdian diri kepada NU dengan progresivitas yang terus melaju. (lfh)

Warga Kaliwungu Gelar Haul Wali Musyafak dan Mbah Ru'yat




Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ta'mir masjid Al Muttaqin Kaliwungu Kendal tahun ini menggelar peringatan haul Wali Musyafak dan Mbah Ru'yat yang merupakan tokoh penting sekaligus ulama dan wali dalam sejarah di Kaliwungu.



Haul diikuti ribuan masyarakat dan santri yang ada di Kaliwungu. Bahkan, lembaga pendidikan maarif yang berada di bawah naungan NU diliburkan agar seluruh siswa dapat turut mengikuti haul yang diadakan hari Senin (14/3) lalu  bertempat di dalam dan di luar masjid besar Kaliwungu.



Peringatan haul tersebut adalah tradisi keagamaan yang begitu mengakar di Kaliwungu mengingat kaliwungu merupakan basis NU dan pesantren yang besar. Oleh karenanya, peringatan haul wali maupun ulama selalu diikuti seluruh masyarakat dengan antusias. Antusiasme masyarakat akan terlihat ketika masyarakat, utamanya ibu-ibu para aktivis desa bergotong royong dalam menyediakan konsumsi bagi masyarakat dan santri yang mengikuti haul, suasana guyup begitu terasa.



Peringatan haul diisi dengan pembacaan barzanji dan tahlil, serta diisi pula dengan tausiyah dari KH Hafidhin Ahmad Dum (salah satu ulama Kaliwungu) yang membahas tentang sejarah Wali Musyafak dan Mbah Ru'yat. Selain membahas kedua tokoh tersebut, beliau juga menyampaikan tentang manfaat haul itu sendiri.



"Wali dan ulama merupakan orang yang dekat dengan Allah, maka dengan mendoakan mereka, kita juga termasuk orang yang dekat dengan Allah,"‌ katanya.



Wali Musyafak sendiri merupakan wali yang makamnya ramai dikunjungi para peziarah hingga saat ini. Kaliwungu menyimpan banyak kisah kewalian Kyai Musyafak, terutama ketika masa penjajahan Jepang. Di suatu kisah diceritakan, pada tahun 1940, Wali Musyafak menggali tanah yang begitu dalam, masyarakat terheran-heran dan mengira tanah itu akan digunakannya untuk membuat sumur. Namun selang beberapa saat, tiba-tiba saja pasukan penjajah dari Jepang menyerbu Kaliwungu, dan lubang tanah yang digali Wali Musyafak itu pun menjadi tempat persembunyian masyarakat yang ada di sekitar rumahnya.



Sementara Mbah Ru'yat juga merupakan wali yang sangat kharismatik dan begitu disegani masyarakat Kaliwungu, nasab Mbah Ru'yat sampai pada Jaka Tarub, leluhur dari raja-raja kesultanan Mataram. Kontribusi besar yang diberikan Mbah Ru'yat untuk masyarakat Kaliwungu adalah berdirinya Pondok Pesantren Putri Pertama Kali di Kaliwungu, yakni Aribatul Islami. Waktu itu, Mbah Ru'yat menginginkan ada kesetaraan hak baik laki-laki maupun perempuan dalam ngangsu kaweruh di pondok pesantren.



Kedua wali Kaliwungu, Mbah Ru'yat dan Wali Musyafak merupakan tokoh yang memberikan sumbangsih yang begitu banyak dalam sejarah di Kaliwungu, terutama di terkait perkembangan Islam ala Ahlussunah wal Jamaah dan pondok pesantren. (aml)

Pesantren Apik Tuan Rumah FMP3 se Jawa-Madura


Kendal, AncabKaliwungu Online



Secara historis, sebelum NU berdiri, para ulama dan kyai sudah banyak melakukan diskusi atau dialog yang berkaitan dengan permasalahan keagamaan dan isu-isu sosial dan masyarakat. Budaya pengkajian keagamaan melalui dialog ini berkembang hingga saat ini, salah satunya adalah Bahtsul Masail yang sangat kental dengan Kyai dan Ulama NU. Melalui Bahtsul Masail, kyai dan ulama telah memosisikan dirinya sebagai kontrol sosial sekaligus pengayom masyarakat melalui pembaruan hukum.


Demikian disampaikan oleh KH Sholahuddin Humaidullah, Pengasuh Pondok Pesantren APIK (Asrama Perguruan Islam Kaliwungu) kapasitasnya sebagai tuan rumah dalam acara pembukaan Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa dan Madura di Masjid Almuttaqin Kaliwungu, Kendal, Ahad (13/3).

Pada kesempatan itu, hadir pula Hasyim Muzadi sebagai tamu sekaligus sebagai pembuka pada acara tersebut. Selain membuka acara, Hasyim Muzadi juga memberikan motivasi serta menyampaikan harapan di hadapan ratusan santri perwakilan dari seratus-an pondok pesantren putri salaf dari Jawa dan Madura.

"Ketika perkembangan zaman begitu cepat, teknologi dan keilmuan terlihat mengalami kemajuan yang tidak terbendung. Karena itu NU dan Pesantren di bawah NU harus melakukan proses kaderisasi di bidang kajian. Para santri memiliki kewajiban meneruskan perjuangan Ulama dan Kyai, paparnya Hasyim.

Pada acara tersebut, panitia FMP3 se-Jawa dan Madura mengundang dua ratus pondok pesantren salaf putri, tetapi yang tercatat sebagai peserta yang hadir ada sekitar lima puluhan pondok pesantren.

Dalam acara tersebut, seluruh perwakilan pesantren melaksanakan diksusi yang dikemas dalam bingkai Bahtsul Masail. Dan ini merupakan kali ketiga diadakan forum Bahtsul Masail bagi santri salaf putri se Jawa dan Madura yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. FMP3 sendiri diadakan pertama kali oleh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiat , Lirboyo, Jawa Timur, dan sampai sekarang berpusat di sana.

Persoalan sosial yang menjadi topik utama pembahasan dalam Bahtsul Masail kali ini adalah tentang nasib Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang disiksa oleh majikannya.

"sebagai kaum wanita, sudah seharusnya santri putri melakukan kajian khusus mengenai nasib kaum kita yang bekerja di luar negeri dan sering mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari majikannya” tegas ketua panitia sekaligus ketua FMP3, Maziyah dari Pondok Pesantren Aribatul Islami, Kaliwungu, Kendal di sela-sela acara.

Bahtsul Masail yang dilaksanakan santri putri merupakan suatu pergerakan progresif yang baik di lingkungan pesantren, mengingat pesantren selama ini terlihat sebagai sub kultur yang mengesampingkan suara perempuan dalam mengambil keputusan/hukum baik keagamaan maupun sosial. Selain itu, bahtsul masail tersebut secara tidak langsung telah mengajak para santri untuk terus membuka dasar hukum berupa kitab-kitab kuning sebagai landasan berideologi.

"kami ingin, santri putri terus melakukan aktualisasi zaman dengan tetap merujuk pada kitab kuning, karena sekarang ini sudah jarang santri yang mempelajari kitab kuning sebagai landasan hukum mereka," tambahnya. (aml). (dimuat juga di Website PBNU NU Online)

PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu Memotori Gusdurian Kendal


Selepas wafatnya Gus Dur, perjuangan terhadap nilai luhur Islam yang Rahmatan Lil Alamin sekaligus terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti kehilangan kekuatan. Konflik SARA kian gencar terjadi di berbagai daerah, kaum minoritas seperti kehilangan seorang Bapak sebagai tempat berlindung. Maka tidak heran ketika banyak orang merindukan sosok Gus Dur sebagai tokoh yang selalu terdepan dalam mengajarkan nilai humanisme, pluralisme, dan agama islam yang toleran.

Gus Dur begitu melekat dengan identitas ke-NU-an, sehingga selepas kepergiannya, orang-orang banyak berharap pada organisasi yang kental dengan pemikiran Gus Dur tersebut. Karena hal itulah, beberapa aktivis muda NU yang aktif di PAC. IPNU IPPNU Kaliwungu mencoba melanjutkan pemikiran Gus Dur dengan memotori Gerakan Gusdurian di daerah Kendal.

Bermula dari acara 100 hari Gus Dur yang diadakan pada pertengahan tahun 2010 lalu, PAC. IPNU IPPNU Kaliwungu merasa perlu untuk membentuk satu wadah yang lebih intens dalam melakukan kajian-kajian terhadap isu-isu kebangsaan, sosial, dan agama dengan menjadikan Gus Dur sebagai bahan rujukan. “kami lihat berbagai daerah sudah terbentuk komunitas-komunitas gusdurian, sementara di Kendal sendiri belum terbentuk, karena itu, saya kira, dari tangan beberapa aktivis muda NU dari kampung ini kami bisa memotori wadah gusdurian di daerah Kendal” papar Najibril Muhammad selaku ketua PAC IPNU IPPNU Kaliwungu.

“sebenarnya di Kendal sudah ada komunitas Gus Dur Studies yang sudah terbentuk sejak Gus Dur belum wafat, tetapi itu terbatas pada kader muda di PKB Kendal, kami tetap ajak mereka untuk bergabung, tetapi kami mungkin akan lebih terbuka ke pada teman-teman dari lintas sosial dan agama” tambahnya.

Sebagai bukti keseriusan mereka dalam menggagas sekaligus merealisasikan komunitas gusdurian ini, pada tanggal 27 Februari lalu, PAC IPNU IPPNU Kaliwungu dengan merangkul beberapa aktivis dari Gus Dur studies dan lintas agama mengadakan acara Sarasehan Kebhinekaan yang dihadiri oleh Alissa Wahid (Putri sulung Gus Dur) dan Inayah Wahid (putri bungsu Gus Dur), dalam acara tersebut meraka mengatasnamakan diri sebagai Jaringan Gusdurian Kendal.

Salah satu penggerak Gusdurian Kendal, Muhammad Atfal menyampaikan komitmennya ketika diberi pertanyaan tentang progresivitas Gusdurian Kendal sejauh ini. “yang perlu kami lakukan saat ini masih terbatas pada kajian-kajian terhadap berbagai ketimpangan sosial yang terjadi di negeri ini, dari mulai persoalan kekerasan atas nama agama hingga konflik SARA, yang terpenting bagi kami adalah memupuk semangat kebangsaan teman-teman di Kendal supaya mereka tidak mudah terjebak dalam persoalan sosial yang kian pelik” paparnya.

Jasa Gus Dur begitu besar terhadap NU dan Indonesia, maka sudah selayaknya NU menjadi penggerak dari gerakan maupun wadah khusus yang bertujuan untuk melanjutkan pemikiran Gus Dur. NU begitu besar, tentu NU mampu melanjutkan pemikiran Gus Dur yang begitu luhur. Kader muda NU harus bisa menunjukkan diri sebagai agent of change yang sebenarnya. Diharapkan apa yang dilakukan PAC IPNU IPPNU Kaliwungu ini bisa menjadi motivasi bagi kader muda NU lainnya untuk melakukan hal yang sama, masyarakat begitu berharap dan bertumpu pada NU sebagai organisasi di mana Gus Dur dibesarkan sekaligus di kemudian dibesarkan oleh Gus Dur. (aml)

Afidatun Ni’mah Pimpin IPPNU Kendal




Afidatun ni’mah akhirnya terpilih menjadi ketua Pimpinan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) setelah mengungguli pesaingnya Wardatun Ni’mah (patebon) dalam Konfercab IPPNU XVI yang digelar di Pondok Pesantren Al-Mustofa, Pandes, Cepiring, baru-baru ini.

Afida berhasil mengumpulkan 59 suara dari suara sah yang ada. Sedangkan Wardatun hanya memperoleh 13 Suara.  Terpilihnya Afida, menurut  ketua IPPNU demisioner, Lilik Nur Kholidah merupakan aspirasi yang berkembang di arena Konfercab. 

Dikatakan, ia memang layak memimpin IPPNU Kendal karena memang kader yang diharapkan. Sebelum terpilih, Afida telah menjabat wakil ketua PC IPPNU Kendal dan merupakan kader dari bawah.

Dikatakan Lilik sudah beberapa kali ini konfercab IPPNU memang sengaja memisahkan diri dengan IPNU. Menurutnya selama ini IPPNU terkesan mengekor pada IPNU, oleh karenanya IPPNU sepakat menyelenggarakan kegiatan sendiri untuk menepis image tersebut. 

“Kita belajar untuk mandiri, termasuk pemilihan ketua IPPNU tidak ada intervensi dari luar”  tegas Lilik

Sementara wakil ketua PW IPPNU Jateng, rekanita Solhah mengaku bangga karena PC IPPNU Kendal dapat menggelar Konfercab secara mandiri, lepas dari IPPNU. Solhah juga salut atas kegiatan Konfercab yang didahului dengan lomba menulis artikel bagi para pelajar ditingkat SMA/SMK/MA se Kab Kendal.

”Kedepan budaya tulis-menulis dikalangan IPPNU harus terus diasah, karena kemampuan menulis dalam organisasi sangat memegang peranan penting.”katanya.. (frd) (dilansir dari NU Online).

ALASKA, Sebuah Oasis.


Cepiring, AncabKaliwungu OnLine

Latihan Kader Muda merupakan program kerja PAC IPNU IPPNU Kaliwungu yang harus dilaksanakan setiap dua tahun sekali atau di setiap satu periode kepengurusan. Pascakonferensi IPPNU sekaligus prakonferensi IPNU merupakan momentum yang tepat bagi ancabkaliwungu untuk melaksanakan kegiatan kaderisasi yang dikemas secara menarik dalam sebuah frame bernama LAKMUD (Latihan Kader Muda).

Latihan Kader Muda merupakan jenjang kaderisasi pertama yang akan dilanjutkan dengan kaderisasi pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Latihan Kader Utama (LAKUT). Peserta LAKMUD pun bukan sembarang peserta, karena setiap orang yang ingin mengikuti LAKMUD harus memenuhi persyaratan definitif, salah satu syarat primernya adalah pernah mengikuti orientasi kader tingkat MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota). Sebagai organisasi yang besar, memang sudah sepatutnya IPNU IPPNU menentukan tahap pengaderan yang sesuai dan logis.

~(foto) Antusiasme peserta
LAKMUD~
LAKMUD ke-10 ancab kaliwungu diadakan dari tanggal 11-13 Februari 2011 bertempat di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) cepiring, Kendal. Kegiatan kaderisasi yang diketuai oleh Bahrul Ulum ini merupakan kaderisasi biasa yang dikemas dengan bingkai yang luar biasa. Ini tercermin pada pagelaran baru yang dimasukkan dalam acara LAKMUD ke-10 ini, di antaranya pentas seni sastra. Pentas seni sastra ini merupakan suatu hal yang menarik mengingat gairah sastra di kalangan anak muda NU selama ini tidak terjangkau.

Rekan Najibril Muhammad selaku ketua PAC. IPNU Kaliwungu sangat berharap ada gairah baru di kalangan anak muda Kaliwungu “kita harus mencoba menciptakan hal yang baru di LAKMUD, memberi kesan kepada peserta bahwa LAKMUD bukanlah kegiatan yang hanya berkutat pada materi-materi ideologis saja, tetapi ada nilai-nilai keindahan yang terdapat di dalamnya” paparnya.

Pentas seni sastra yang menampilkan duet deklamasi puisi antara ketua IPNU dan ketua IPPNU Kaliwungu yakni Najibril Muhammad dan Amalia Ulfah terbukti dapat memberi semangat dan antusiasme peserta terhadap kegiatan LAKMUD yang pada tataran khusus akan memberi kesan baik terhadap PAC. IPNU IPPNU Kaliwungu. Setelah deklamasi keduanya selesai, pentas seni dilanjutkan dengan deklamasi puisi oleh seluruh peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok.

Selain nuansa kebaruan yang mewarnai  LAKMUD X, Bahrul Ulum selaku ketua panitia juga menuturkan bagaimana kondisi ideologis peserta pada saat acara sekaligus harapannya jangka panjang pascaacara "Peserta lakmud kali ini memiliki rasa imajinasi dan daya kreasi yang tinggi, tidak hanya di bidang sastra, tapi juga kreatif memanajemen konflik di organisasi, ini merupakan hal yang sangat baik untuk masa depan organisasi kita" paparnya. 

~(foto) Duet deklamasi puisi oleh Najibril Muhammad-
 dan Amalia Ulfah pada sesi Pentas Seni Sastra~
"Saya pikir, sia-sia jika kita tidak bisa memanfaatkan kader-kader kita yang begitu hebat, PAC harus sedia untuk selalu ngemong alumnus LAKMUD, kalau bisa, adakan forum dialog setiap bulan untuk teman-teman ALASKA (Alumni Lakmud Sepuluh Kaliwungu-red) kita." harapnya lebih lanjut.

Di tempat yang berbeda, Alumnus LAKMUD, rekanita Mila Fitriyah menyampaikan kesannya setelah mengikuti LAKMUD yang menurutnya sangat menarik "dari LAKMUD, saya memiliki banyak teman, sangat menyenangkan bisa mengikuti LAKMUD, dari sini saya jadi lebih mengerti tentang ke-NU-an yang selama ini masih asing bagi saya. kalau memungkinkan, saya siap untuk terus berkiprah di organisasi ini, termasuk memajukan organisasi" tandasnya dengan semangat yang luar biasa.

~(foto) Alumni LAKMUD Sepuluh Kaliwungu (ALASKA)-
berpose bersama setelah penutupan LAKMUD.~
Secara keseluruhan, peserta LAKMUD X memang memiliki potensi yang sangat besar untuk membesarkan ancabkaliwungu, tidak hanya dari perspektif ideologi organisasi tetapi juga kerangka revolusi organisasi, dalam hal ini di bidang sastra. Bagai sebuah oasis, alumnus lakmud X Kaliwungu telah memberi harapan baru yang segar sekaligus menggairahkan, para alumnus harus consist menjadi penggerak baru di kaliwungu, merekalah para kader muda NU sebagai agent of change yang selama ini dinanti-nantikan di tengah kehausan kaliwungu akan suatu hal yang baru. Tidak ada yang tidak mungkin, selama para alumnus LAKMUD tetap konsisten dan para senior di PAC juga tetap ngayomi, maka pintu masa depan yang cerah tinggal membuka saja dengan senyum kebanggaan. (aml)

Rapat Anggota Kumpulrejo dan Tantangan Organisasi


Kumpulrejo, Ancabkaliwungu OnLine

~ (foto) M. Farikhin saat menyampaikan LPJ 
atas kepengurusannyadi PR IPNU Kumpulrejo ~
Mengingat perlunya sebuah proses estafet organisasi, sekaligus sebagai upaya penertiban organisasi yang sesuai dengan peraturan organisasi, PAC. IPNU IPPNU Kaliwungu bersama PR. IPNU IPPNU Kumpulrejo melaksanakan satu agenda penting organisasi yang sifatnya vertikal, yaitu Rapat Anggota yang merupakan proses regenerasi di tingkat ranting. Rapat Anggota Kumpulrejo dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Kumpulrejo dengan melibatkan seluruh anggota dan aktivis IPNU IPPNU di tingkat desa Kutoharjo pada tanggal 6 Maret 2011.

Rapat Anggota diawali dengan seremoni formal, sambutan dari IPNU Kumpulrejo hingga dari Ansor Kumpulrejo. kemudian dilanjutkan dengan sidang rantartib (Peraturan dan Tata Tertib) dan Laporan Pertanggungjawaban. Kemudian langsung dilanjutkan dengan prosesi pemilihan calon dan pemilihan ketua IPNU dan IPPNU yang dilaksanakan di tempat yang terpisah.

Rekan Didik Setiawan terpilih menjadi ketua IPNU, sementara dari IPPNU yang terpilih adalah rekanita Nun Ekawati yang menang tipis dari rekanita Dwi Panca H selaku Ketua lama yang juga masih dipilih oleh beberapa peserta.


~ (foto) Dwi Panca H (ketua demisioner)-
menyerahkan kepengurusannya-
ke PAC secara simbolis ~
Perwakilan dari ranting Kumpulrejo, yakni rekan Farikhin menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf atas keterlambatannya mengadakan Rapat Anggota. Kumpulrejo merupakan ranting yang memiliki basis kuantitas yang besar, keadaan ini sangat potensial untuk dijadikan ruang bagi kader muda NU untuk mengembangkan organisasinya, tidak hanya kuantitas semata, beberapa kendala seringkali mewarnai langkah dan gerak organisasi.

Disadari oleh sebagian aktivis di Kumpulrejo, dinamika yang seringkali menjadi penghambat geraknya organisasi adalah kondisi masing-masing personal aktivis yang memiliki tuntutan kerja di keluarga. “Banyak sekali pengurus yang kurang bisa membagi waktu antara organisasi dan kerja, tetapi juga ada sebagian yang memang tuntutan kerjanya begitu keras dan ketat, sampai-sampai benar-benar tidak punya waktu untuk organisasi” papar ketua IPPNU yang baru didemisioner, rekanita Dwi Panca Hambarawati. Memang harus diakui bersama, di era globalisasi yang demikian pelik menjadikan anak muda yang seharusnya melanjutkan pendidikan harus terpaksa memilih bekerja.

~ (foto) Ketua PAC (Najibril M) menyerahkan kepengurusan
PR IPNU Kumpulrejo ke pada ketua terpilih-
(Didik Setiawan) secara simbolis.~
Selain itu, sistem kaderisasi di tubuh IPNU IPPNU semakin melemah, jika dikomparasikan dengan sejarah IPNU IPPNU Kaliwungu, akan terlihat bagaimana kondisi di ranting-ranting semakin melemah. Sudah semestinya ini menjadi cambuk bagi kepengurusan IPNU IPPNU Kaliwungu juga bagi ranting-ranting yang lain. Tantangan zaman memang begitu besar, harus ada penguatan-penguatan kembali nilai tradisional yang harus disesuaikan dengan arus modernisme sebagai usaha memajukan organisasi ke arah yang lebih baik. (aml)

KONFERANCAB IPPNU XXIV



Karangtengah, AncabKaliwungu OnLine


PAC. IPPNU Kaliwungu baru saja menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang ke-24 , bertempat di Gedung Serbaguna MWC NU Kaliwungu. Dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2011. beberapa agenda penting dalam acara ini yaitu sidang-sidang yang meliputi sidang pleno pengesahan Tartib, Program Kerja, Organisasi, dan Rekomendasi.



Selain itu, sidang pleno juga membahas agenda penting berupa Laporan Pertanggungjawaban. Secara umum, peserta Konferancab menerima  LPJ yang dibacakan oleh Ketua lama Linatuzzahro S.Sy. Setelah LPJ, pengurus didemisioner secara resmi oleh Pimpinan Cabang IPPNU Kendal. dilanjutkan dengan pencalonan ketua yang dipilih secara langsung oleh peserta. Nama yang maju menjadi calon ketua yaitu Nouva Qonita dan Amalia Ulfah dengan mendapatkan lebih dari tiga suara peserta. Selanjutnya, peserta mengikuti pemilihan ketua dengan antusias, sebagai salah satu wujud pesta demokrasi yang berlangsung secara sehat, jujur, dan rahasia. di ujung acara, calon yang terpilih adalah Amalia Ulfah.



Poin penting yang perlu diapresiasi dari KONFERANCAB ini adalah keberanian IPPNU Kaliwungu mengadakan Konferensi secara mandiri dan sehat, tentu ini menjadi satu hasil kerja yang patut ditiru mengingat pada beberapa hal, IPPNU selayaknya lepas dari IPNU. Namun memang, tidak dapat dipungkiri, bahwa IPPNU tetap tidak bisa melaksanakan konferensi tanpa bantuan sedikitpun dari rekan-rekan IPNU. "teman-teman di IPNU tetap turut andil dalam acara kami, harus disadari bahwa meskipun secara organisasi dan aktivitas kita bersifat mandiri, namun pada realitas di lapangan, IPPNU tetap membutuhkan IPNU. Keduanya sulit untuk tidak saling membutuhkan" kata ketua lama, Linatuzzahro ketika ditemui di tengah-tengah acara.



Diharapkan dari konferensi ini dapat memunculkan pengurus-pengurus baru yang akan membawa PAC. IPPNU Kaliwungu pada posisi yang lebih baik, baik dari perspektif lokal maupun universal. (aml)




tes